Webinar Parenting TK Ricci 1 bersama Kalbe “PENCERNAAN DAN DAYA TAHAN TUBUH KUAT UNTUK PERSIAPAN ANAK KEMBALI KE SEKOLAH”

Pada hari Sabtu tanggal 23 Januari 2021 diadakan acara webinar parenting yang membahas berbagai hal tentang seputar kesehatan anak dan cara membangun daya tahan tubuh anak. Acara tersebut menghadirkan dokter Lupita Wijaya dan seorang apoteker yaitu ibu Christine. Adapun makalah yang disampaikan adalah mengenai kesehatan “Pencernaan dan Daya Tahan Tubuh Kuat untuk persiapan anak kembali ke sekolah”

Acara Webinar ini dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama membahas tentang kesehatan pencernaan oleh dr.Lupita Wijaya, lalu dilanjutkan oleh pengenalan produk suplemen oleh ibu Christine perwakilan dari Kalbe dan sesi ketiga ditutup dengan tanya jawab.

Untuk sesi pertama, materi disampaikan oleh dr. Lupita Wijaya adalah berbagai paparan yang menjelaskan peran pentingnya kesehatan pencernaan bagi daya tahan tubuh anak. Disini beliau menjelaskan bahwa kesehatan pencernaan memegang peran yg sangat penting dikarenakan Pencernaan yang buruk akan membuat imun anak melemah, sehingga menyebabkan lebih mudah bagi kuman untuk masuk, ketika kuman sudah mulai masuk ke badan anak, maka anak akan mengurangi napsu makan anak yang akan menyebabkan semakin turunnya imunitas anak. Menurut narasumber, usus merupakan tempat terbentuknya antibodi, jadi bisa disimpulkan bahwa kesehatan pencernaan menjadi kunci imunitas anak.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, cepat atau lambat, anak2 akan dihadapkan pada kondisi untuk kembali belajar tatap muka bersama, untuk itu ada baiknya orang tua memahami bagaimana cara meningkatkan daya Tahan tubuh anak sebagai bekal untuk persiapan anak kembali ke sekolah, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa 70 persen sistem imun berlokasi di usus yang mana probiotik ikut berperan memproduksi antibodi, antiradang dan sel imun lainnya untuk melawan kuman. Probiotik adalah bakteri baik yang apabila dikonsumsi dalam jumlah yg tepat akan memberikan manfaat bagi host. Probiotik dapat diperoleh dari makanan seperti yoghurt, granola, tempe, dll

Salah satu gangguan pencernaan yang paling sering diderita oleh anak adalah Diare, sebanyak 60 - 70 persen diare disebabkan oleh rotovirus, di webinar ini, dr.Lupita menyarankan, sebelum memberikan antibiotik, ada baiknya anak diberikan penanganan awal sbb:

  1. Diberikan air minum yang cukup
  2. Tidak diberikan makanan yg berserat tinggi
  3. Mengkonsumsi makanan probiotik serta diberikan vitamin/mineral

Jikalau gejala diare masih berlanjut, baru anak dirujuk ke dokter untuk diberikan resep dokter.

Adapun tips - tips yang diberikan kepada para orang tua supaya anak memiliki kesehatan pencernaan yang baik adalah :

  1. Asupan Nutrisi yang sesuai
  2. Melakukan altivitas fisik sesuai usia
  3. Memperhatikan higienitas anak
  4. Stimulasi mood anak sehari hari
  5. Mengkonsumsi Suplemen Probiotik apabila anak memiliki kesulitan makan sayur, buah atau jikalau anak sedang mengalami gangguan pencernaan
  6. Istirahat cukup (7 - 8 jam sehari)
  7. Edukasi dan selalu menerapkan protokol keseharan di luar rumah.

Di Sesi kedua menghadirkan Ibu Christine sebagai salah satu perwakilan dari Kalbe, untuk menjelaskan produk Kalbe yg sesuai untuk kesehatan pencernaan dan juga untuk menambah daya tahan tubuh buah hati

Sebelum masuk ke sesi tiga yaitu sesi tanya jawab para peserta webinar dihibur oleh penampilan menari Balet dari Charlotte TK B1 dan juga Sharing dari Ibu Dian (Mama Martin TK A2). Acara tanya jawab berlangsung seru dan interaktif dikarenakan antusias para peserta yang aktif dalam mengajukan pertanyaan.

Adapun hasil dari tanya jawab dapat dipaparkan sebagai berikut:

  1. Cara menjaga daya tahan tubuh anak dari batuk dan pilek adalah kembali lagi orangtua haris memperhatikan nutrisi anak seperti makan dengan nutrisi seimbang (makan makanan yang memiliki vitamin, mineral, karbohidrat dan protein), menjaga mood anak selalu baik supaya tidak stres (karena kesehatan pencernaan sangat sensitif dengan stres, ditambah dengan kondisi pandemi yang membatasi anak untuk bermain diluar, jadi orangtua dituntut untuk kreatif memberikan atmosfir bermain dan belajar yang menyenangkan di rumah) serta tetap menerapkan higienitas dan protokol kesehatan.
  2. Cara memberikan nutrisi yang tepat bagi anak, dengan cara memberikan porsi makan 3 kali sehari sesuai usianya (dokter Lupita memberikan contoh, untuk anak usia TK setidaknya setiap makan anak mengkonsumsi 5 - 10 sendok makan nasi, lalu dikombinasikan dengan protein dan sayuran, sedangkan untuk suplemen vitamin, anak2 belum disarankan (cukup dengan melakukan jemur di matahari pagi, perbanyak makan dan minum susu, ikan, mengkonsumsi jeruk dan buah2an yg mengandung vitamin lainnya) suplemen vitamin hanya diberikan jika anak sedang sakit atau susah mengkonsumsi sayur dan buah
  3. Pertanyaan mengenai sebab Buah hati yang selalu makan nasi lama dikunyah /diemut, menurut dr. Lupita, ada banyak faktor kemungkinan anak malas mengunyah ketika makan (yaitu, kemungkinan pada waktu usia Mpasi kurang dikenalkan dengan berbagai macam makanan dan rasa, sehingga anak menjadi picky eater, faktor sebelum makan anak sudah kenyang oleh camilan, atau perutnya yg memang tidak nyaman / sedang ada gangguan pencernaan sehingga anak malas untuk makan
  4. Solusi Buah hati yang tidak mau makan nasi, bisa dicarikan pengganti dari sumber karbohidrat lainnya, seperti kentang, jagung atau ubi, atau bisa juga dengan cara memodifikasi makanan, misalkan dibuat sushi, atau nasi kepal daging dsb
  5. Masalah pencernaan yg menbuat buah hati anda sering sendawa, menurut dr. Lupita perlu dilihat makanan apa yg sudah dikonsumsi, karena terlalu banyak sendawa menandakan adanya gas di lambung yg banyak, bisa jadi buah hati anda habis makan makanan yg terlalu asam atau pedas untuk usianya, minum minuman bersoda, teh atau kopi. Saran dari dokter, anak diusahakan makan teratur, mengurangi makanan yang berpotensi memproduksi gas lambung yg tinggi dan makan secukupnya (jangan terlalu kenyang ataupun sedikit)
  6. Solusi untuk buah hati yg sembelit, menurut dokter, lebih baik diperhatikan lagi pola makanan dan diberikan makanan penghasil probiotik (susu, yoghurt, tempe dst) anak2 tidak diperkenankan diberikan obat pencahar karena kondisi usus yang masih sensitif.

Sebagai apresiasi dari sahring dan tanya jawab interaktif yang sudah menghidupkan webinar ini, maka pihak Kalbe memberikan souvenir cantik untuk 1 orang peserta sharing dan 3 peserta dengan pertanyaan yg paling menarik, sovenir tersebut jatuh kepada:

1 Souvenir Sharing : Ibu Dian (mama Martin TK A2)

3 Souvenir pertanyaan yg paling menarik jatuh kepada :         

- Bpk Hasan (Papa Kayla KBK)

- Ibu Eka (Mama Carlo KBB1)

- Ibu Diana (Mama Freyi A1)

Selamat bagi para pemenang souvenir cantik, sampai jumpa di parenting selanjutnya, yang pastinya menarik, up to date dan memberikan pengetahuan baru bagi setiap pesertanya.

Salam Sehat dan Bahagia selalu

#Penulis: Albertha Budi

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Perayaan HPS ( Hari Pangan Sedunia ) bersama TK RICCI 1

Tahun 2021 ini perayaan HPS berbeda pelaksanaan dari tahun kemarin. Kegiatannya ada 2 yaitu : Pada hari Senin,19-11-2021 dilakukan di ZOOM kelas masing-masing. Dimulai pada pukul 08.0

19/10/2021 19:44 - Oleh - Dilihat 1506 kali
MENJAGA KESEHATAN MATA SELAMA SEKOLAH ONLINE

WEBINAR RICCI BERSAMA KALBE NARASUMBER dr. Florence Manurung, Sp.M(K)   Kegiatan parenting TK Ricci bekerjasama dengan Kalbe dilaksanakan di Zoom pada Rabu, 1 September 2021 ,tujua

06/09/2021 13:17 - Oleh - Dilihat 1276 kali